Diduga, Kanit Pidum Reskrim Polres Malaka Melakukan Intimidasi Siswi SMP Korban Pelecehan Seksual

- Jumat, 6 Mei 2022 | 13:26 WIB
Ilustrasi Kanit Pidum Satreskrim Polres Malaka diduga melakukan intimidasi terhadap siswi SMP korban pelecehan seksual  (Pixabay )
Ilustrasi Kanit Pidum Satreskrim Polres Malaka diduga melakukan intimidasi terhadap siswi SMP korban pelecehan seksual (Pixabay )

Rajawalinews - Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum Satreskrim Polres Malaka) diduga kuat melakukan intimidasi terhadap siswi SMP korban pelecehan seksual.

Oknum AIPDA  AD yang saat ini menjabat sebagai Kanit Pidum Satreskrim Polres Malaka, diduga melakukan intimidasi resmi dilaporkan  ke Propam Polres Malaka oleh keluarga siswi SMP korban pelecehan seksual, Warga Desa Kakaniuk – Kecamatan Malaka Tengah, Regina Amelia Doh, Kamis 5 Mei 2022 sekira pukul 17.00 WITA.

Baca Juga: Mama Kos dan Om Om Dalam 'Bisnis Dagang Anak SMP Dibawah Umur' Sudah Diamankan Polres Malaka

AD dilaporkan ke Propam Polres Malaka lantaran diduga kuat telah melakukan intimidasi keoada siswi SMP korban pelecehan seksual saat dirinya melakukan proses pemeriksaan di ruangan kantor Sat Reskrim Polres Malaka.

AD diduga  telah melanggar aturan disiplin dengan cara mengeluarkan bahasa kasar dan suara  tinggi terhadap korban siswi SMP korban pelecehan seksual yang berusia 13 tahun itu dan seolah memaksa korban mengakui kalau korban bersetubuh dengan pacarnya, bukan dengan pelaku.

Kepada wartawan, Kamis, 5 Mei 2022 sore, pelapor, Regina Amelia Doh  mengatakan pihaknya melaporkan AD di Propam Polres Malaka karena perilaku oknum polisi tersebut dinilai merugikan korban Bunga (13).

Baca Juga: Siswi SMP di Malaka 'Dinodai' Paksa Om Om di Atas Mobil dan di Kos. Ini Kronologisnya

Sementara, Juru Bicara keluarga korban, Roy Tei Seran usai laporan di Propam Polres Malaka kepada wartawan seperti dikutip Rajawalinews.id dari radarmalaka menguraikan kronologis sebagai berikut :

”Saat korban kasus kekerasan seksual itu   selesai diperiksa oleh Pak Urip, selaku Kanit TPPA,  selanjutnya korban  diperkenankan untuk beristirahat sejenak bersama kedua orang tuanya, di bawah pohon mangga, dalam kintal Mako Polres Malaka. Kemudian sekitar pukul 18.00 WITA, korban dipanggil oleh salah seorang penyik, Pak AD , Penyidik Tipidum, masuk ke ruangan mereka, didampingi Ibu Korban” .

Halaman:

Editor: Gregorius Luan

Sumber: Radarmalaka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X