• Rabu, 7 Desember 2022

G30S PKI: Sebenarnya 10 Orang yang Akan Diculik dan Bukan Dibunuh, Mengapa Berubah?

- Kamis, 29 September 2022 | 08:05 WIB
Monumen penyiksaan para Jenderal oleh PKI di Lubang Buaya (RN)
Monumen penyiksaan para Jenderal oleh PKI di Lubang Buaya (RN)

Rajawalinews - Esok tanggal 30 September akan mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tragedi berdarah penculikan dan penyiksaan sadis 7 perwira angkatan darat yang terjadi pada tahun 1965.

Dalam Buku Wajah dan Sejarah Perjuangan Pahlawan Nasional Seri IV yang diterbitkan oleh Departemen Sosial RI Direktorat Urusan Kepahlawanan dan Perintis Kemerdekaan 1994-1995 mengemukakan asalan PKI menculik dan membunuh para jenderal.

Baca Juga: Terungkap! Aslinya Hendra Kurniawan, Ternyata Oh Ternyata Ini Sifat Suami Seali Syah

Termuat  keterangan Kolonel Abdul Latief yang kala itu menjabat Komandan Garnisun Kodam Jaya. Ia divonis mati dan akhirnya menghabiskan 32 tahun di penjara karena keterlibatannya dalam G30S.

Dalam kesaksiannya, Latief mengatakan penculikan para jenderal adalah inisiatifnya bersama rekan-rekannya sesama perwira militer, yakni Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa) dan Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim).

Baca Juga: 'Pasang Dada' Bela Sambo, Pendeta Gilbert Lumidong Turut Sebarkan Fitnah Pelecehan

Rapat persiapan dilakukan sampai sepuluh kali. Lokasinya berganti-ganti, yaitu di rumah Sjam, Kolonel Latief, atau kediaman Kapten Wahyudi.

Dalam rencana itu, ada Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Chusus (BC) PKI yang merupakan badan intelijen PKI. Daftar jenderal yang jadi sasaran disusun oleh Sjam bersama para perwira militer.

Sasaran operasi terbatas PKI baru ditentukan pada 26 September 1965. Tim pelaksana menentukan ada 10 tokoh antikomunis yang harus "diamankan".

Baca Juga: Gaji Istri TKW di Taiwan 8Juta, Dijatah 5Juta, Pria Ini Ceraikan Istri: 3Jutanya Kemanaaaa?

Halaman:

Editor: Januarius Pareira

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X