• Sabtu, 1 Oktober 2022

Patroli Bea Cukai Atambua Amankan Kayu Gergajian Selundupan Ke Timor Leste

- Rabu, 15 Juni 2022 | 12:43 WIB
Kapal yang mengangkut ribuan kayu gergajian yang akan diselundupkan ke Timor Leste (Dok. Bea Cukai Atambua)
Kapal yang mengangkut ribuan kayu gergajian yang akan diselundupkan ke Timor Leste (Dok. Bea Cukai Atambua)

Rajawalinews - Tim Patroli Laut Bea Cukai BC 7002 yang sedang melakukan Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea berhasil melakukan penindakan terhadap Kapal KLM Hidup Baru GT 30 No. 1038 Mp yang mengangkut Kayu Gergajian sebanyak 1.474 batang atau setara 94,55 m3 dengan perkiraan nilai total Rp 429.480.000,00.

Hal ini termuat dalam rilis Kepala Bea Cukai Atambua, I Made Aryana yang diterima media ini, Rabu 15 Juni 2022.


Disebutkan bahwa sesuai operasi pada Jumat, 8 April 2022 sekitar pukul 00.15 WITA mengamankan barang yang akan diekspor ke Timor Leste tanpa dilindungi dokumen pemberitahuan pabean di sekitar Perairan Selat Ombai dengan koordinat (08°09’43.5″S 125°25’17.7″E).

Baca Juga: Begini Rumah dan Bau Badan Orang yang Memiliki Ilmu Santet Atau Suanggi

Bermula dari informasi intelijen mengenai Kapal Kayu yang diduga mengangkut kayu gergajian dengan tujuan ekspor tanpa adanya dokumen pemberitahuan pabean.

Tim berhasil menghentikan kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan isi muatan. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih setengah jam dan kedapatan kapal tersebut membawa kayu gergajian.

Berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar dengan Nomor Y52/UPP.11/221/III/2022 dan Surat Angkutan Kayu rakyat Hasil Hutan kayu Budidaya, menunjukkan bahwa barang tersebut berasal dari Pelabuhan Ngapa’ea dengan tujuan akhir Pelabuhan Tenau Kupang bukan Timor Leste.

Baca Juga: Tewaskan Seorang Wanita Seekor Domba Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara

Setelah memastikan sarana pengangkut dan muatan kapal tersebut tidak dilindungi dengan dokumen kepabeanan, tim segera melakukan pengamanan dan membawa barang bukti beserta ABK ke Kantor Bea Cukai Atambua untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Melalui proses penyidikan, ditetapkan MA (46) jenis kelamin laki-laki, sebagai tersangka karena melanggar pasal 102A huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah.

Halaman:

Editor: Januarius Pareira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X