Polisi Beberkan 3 Modus Operandi Tersangka Korupsi Sanitasi Lingkungan PUPR Belu

- Kamis, 19 Mei 2022 | 08:49 WIB
Kasat Reskrim Polres Belu, Sujud Yulamlam, membeberkan modus operandi para tersangka korupsi program sanitasi DAK 2017.  (YP)
Kasat Reskrim Polres Belu, Sujud Yulamlam, membeberkan modus operandi para tersangka korupsi program sanitasi DAK 2017. (YP)

Rajawalinews - Polres Belu menahan 5 Tersangka yang diduga terlibat korupsi pembangunan sarana air besih dan sanitasi di Dinas PUPR Belu tahun anggaran 2017. Selain kerugian negara,  Polisi juga membeberkan 3 modus operandi korupsi 5 tersangka ini.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alim Yulamlam dalam jumpa pers, Selasa 17 Mei 2022 di aula merah putih Polres.

Baca Juga: Ratusan Warga Belu Serbu Toko Rajawali, Polres Belu Minta Masyarakat Harus Mengerti Soal Bantuan

Menurut Sujud, Penahanan ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Kejari Belu pada 4 April 2022 lalu.

Adapun tersangka yang ditahan yakni, Ronaldus Yustino Bone S.ST/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),

Gustarius G.R.N. Parera/ CV Moris Bendito. Thomas Tse/ CV Bakti Timor Karya.  Fransiskus X. Padak/ pelaksana pekerja dan Siprianus Atok/pengawas sekaligus pemilik CV Sinar Geometry.

Baca Juga: Gelar RAT Ke 33, Simak Pertumbuhan Konsolidasi Credit Union Dalam Gerakan PUSKOPCUINA

Sujud membeberkan 3 modus operandi korupsi yang dilakukan para tersangka.

"Modus operandinya adalah; petama, menjalankan kontrak dengan tidak baik, kedua, menaikan harga proggres lapangan ataupun mark up, ketiga, melakukan pembayaran sebesar 100% padahal pekerjaan ini tidak selesai 100%," papar Sujud.

Proyek pengadaan sanitasi tahun 2017 senilai Rp 4.148.250.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK.

Halaman:

Editor: Januarius Pareira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ternyata Baron Sering Kerumah Ira Ua di Naikolan

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:24 WIB
X