Media Online Pakai Kata Pemerkosaan, Kuasa Hukum Tersangka Nilai Tidak Sesuai Fakta Hukum

- Rabu, 11 Mei 2022 | 09:39 WIB
Salah satu Tersangka dugaan Pemerkosaan Anak dibawah umur. Kuasa Hukum tersangka komplain penggunaan kalimat Pemerkosaan. (Facebook)
Salah satu Tersangka dugaan Pemerkosaan Anak dibawah umur. Kuasa Hukum tersangka komplain penggunaan kalimat Pemerkosaan. (Facebook)

Rajawalinews - Wilfridus Son Lau, SH. MH, selaku kuasa hukum tersangka dugaan pemerkosaan anak dibawah umur mengkomplain pemberitaan media online di Malaka yang menggunakan kata pemerkosaan pada kliennya, NT, GT dan MP.

Baca Juga: PH Tersangka Dugaan Pemerkosa Anak Dibawah Umur Berikan Bukti Lain Ke Polres Malaka

Menurutnya media online telah berubah peran menjadi hakim di pengadilan dan menvonis kliennya telah bersalah melakukan tindak pidana  pemerkosaan, padahal fakta dan hukumnya tidak demikian.

“ya, saya lihat media online di Malaka seolah-olah hakim di pengadilan yang vonis klien kami telah bersalah,  Lalu ada juga media online yang memberitakan telah terjadi Pemerkosaan anak di bawah umur. Pahamkah tidak mereka gunakan terminologi “pemerkosaan," papar Son Lau yang dikutip Rajawalinews dari Vox Timor.

Baca Juga: Dalam Rangka Peningkatan SDM, Unhan RI Sosialisasi Ke Imigrasi Atambua

"Perlu juga ditegaskan, klien kami tidak disangkakan pasal Pemerkosaan. Pasal yang disangkakan terhadap klien kami adalah pasal persetubuhan terhadap anak," imbuhnya.

Menurutnya terminologi pemerkosaan adalah tidak benar, tidak akurat, dan tidak sesuai dengan fakta hukum sehingga itu adalah sepihak dan merupakan opini wartawan yang bersangkutan.

Baca Juga: Bea Cukai Atambua Amankan 92 Kubik Ketapang yang Akan Diselundupkan Ke Timor Leste

Diberita sebelumnya,  kasus ini dilaporkan korban CTS ke Polres Malaka pada bulan April.

Kronologis yang dikutip dari Pelopor9.com yang diceritakan keluarga korban Roy Tey Seran pada Kamis 5 Mei 2022.

Halaman:

Editor: Januarius Pareira

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X